Be-Ozone

Kelas virtual mata kuliah Botani (Biologi tanaman, Anatomi tumbuhan, morfologi tumbuhan dan sistematika tumbuhan tinggi), Biologi Control dan umum serta seputar teknologi informasi dan komunikasi (komputer, android, tutorial, software dan blogging)

Pengendalian Gulma



Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh  pada tempat yang tidak dikehendaki oleh manusia melalui kompetisi ruang, waktu dan sumber nutrisi.

Gulma invasif menjadi ancaman bagi keragaman hayatià dapat menggantikan tanaman indigenous, mengubah struktur dan komunitas ekologi serta menghambat proses dalam ekosistem.
Introduksi musuh alami gulma à strategi yang digunakan pengendalian gulma  pada areal yang sangat luas.
Pendekatan pengendalian gulma à strategi introduksi dan inundasi.
Introduksi à  melepas agen pengendalian hayati, jumlah tertentu
Inundasi à Melepas musuh alami dalam jumlah yang besar

Agen Pengendali Hayati pada Gulma
OrganismeàAgen hayatiàArthropoda, herbivora patogen dan ikan
Herbivoraà Pengunyah, penggorok, penggerek, pembentuk gall.

Luka yang disebabkan oleh herbivora :
è Menurunnya produksi bunga dan biji
è Kematian secara langsung pada tanaman
è Kematian secara tidak langsung
è Interaksi menyebabkan stress pada tanaman

Serangan herbivora  kadang juga menyebabkan masuknya pathogen tumbuhan yang mempercepat kematian gulma.

Phitophagous Gulma
Introduksi gulma à Artropoda phytophagous (kumbang, ulat, kutu perisai, lalat)
  1. Kumbang daun (Coleoptera:Chrysomellidae)
è  Berukuran kurang dari 15 mm
è  Metamorfosis sempurna
è  Mulut tipe pengunyah
  1. Kumbang Moncong (Coleoptera:Curculionidae)
è  Ukuran tubuh 15-20 mm
è  Kepala menyempit (rostum)
è  Antena terletak di tengah rostum mengarah ke bawah
è  Berwarna gelap
è  Memiliki mulut pengunyah di ujung rostum
è  Larva menggerek dalam akar, batang dan struktur bunga
  1. Ulat Pyralid (Lepidoptera:Pyralidae)
è  Berukuran kecil dengan sayap depan triangular
è  Larva kecil, shelter menjalin daun dan ranting atau hidup dalam ranting, batang atau biji
è  Tipe mulut pengunyah, imago memiliki penghisap
  1. Kutu Perisai (Hemiptera-Homoptera:Dactylopiidae)
è  Memiliki anggota kutu perisai, kutu daun, kutu putih dan kutu kebul.
è  Berukuran kecil dan terspesialisasi cara makannya
è  Menggunakan cucuk penghisap
è  Siklus hidup: telur diletakan di bawah tubuh betina sebagai tempat berlindung, ketika menetas, stadia aktif bergerak mencari tempat dan tidak berpindah lagi, Nimfa membentuk perisai/pelindung/shell yang cukup keras.

Tahapan Identifikasi dan Introduksi Agen Pengendali Hayati Gulma
  1. Tahap Identifikasi Gulma Sasaran
a.    Tanaman introduksi
b.    Ada dalam jumlah dan kepadatan yang besar
c.    Tanaman tidak memberikan keuntungan secara ekonomi
d.    Mempunyai karakteristik taksonomi yang jelas
e.    Gulma pada daerah yang minim gangguan terhadap agen pengendali hayati
  1. Identifikasi Agen Pengendali hayati dan Uji Spesialisasi Inang
a.    Observasi
b.    Skrening
c.    Uji Sebaran Inang
  1. Pelepasan Terbatas
  2. Pelepasan Pada Areal yang lebih luas
  3. Monitoring tempat pelepasan
  4. Redistribusi
  5. Pemeliharaan Populasi
Patogen Tanaman Untuk mengendalikan Gulma
Mikroba (jamur, virus, bakteri) mampu tumbuh dan bereproduksi memanfaatkan tanaman sebagai sumber nutriennya.
Patologi tanaman à ilmu yang mempelajari mikroba yang dapat menimbulkan penyakit pada tanaman dengan ttitik fokus pada bagaimana mengendalikan mikroba dan mengelola populasinya.

Strategi pengendalian hayati yang digunakan dalam program pengendalian gulma à inundasi, inokulasi, introduksi
Aplikasi mikrobaà bioherbisida atau mycoherbisida à strateginya mirip herbisida kemikal
Strategi inokulasi efektif untuk mengendalikan gulma indigenous, namun sulit diproduksi secara massal.
Introduksi artropoda mengendalikan beberapa jenis gulma sukses dilakukan. Strategi ini juga dilakukan dengan menggunakan mikroba terutama jamur.
Jamur karat yang umum digunakan secara biologis dekat dengan kapang (masuk dalam basidiomycetes).
Jamur karat menginfeksi tanaman melalui stomata. Tanaman yang terinfeksi menunjukan tanda spot-spot karat pada daun dan batang tempat spora jamur karat diproduksi. Gejala lebih lanjut adalah menyebabkan bercak hitam hingga kematian tanaman.

Introduksi pengendalian hayati pada gulma

Patogen
Gulma Sasaran
Negara
Jamur karat


Puccinia chondrillina
Chondrilla juncea
Australia& USA
Puccinia caruorium
Carduus nutans
USA
Phragmidium viollaceum
Rubus spp.
Chili
Uromycladium tepperrianum
Acaciasaligna
Afrika Selatan
    Semut


Entyloma ageratinae
Ageratina riparia
USA
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Pengendalian Gulma"