Be-Ozone

Kelas virtual mata kuliah Botani (Biologi tanaman, Anatomi tumbuhan, morfologi tumbuhan dan sistematika tumbuhan tinggi), Biologi Control dan umum serta seputar teknologi informasi dan komunikasi (komputer, android, tutorial, software dan blogging)

Pengendalian Pathogen Tanaman


Penyakit tanaman adalah  malfungsi sel dan jaringan tanaman, menghasilkan luka kontinu yang berkembang menjadi gejala.

Penyakit tanaman à Virus, fungi, bakteri pathogen
Patogen à obligat dapat berkembang dan memperbanyak diri di alam ketika berada pada organisme hidupàbiothrophs.
Virus powdery dan downy mildews, jamur karat dan beberapa bakteri adalah pathogen obligat.
Patogen fakultatifàdapat hidup pada jaringan yang mati

  1. Mikroba Antagonis
Jenis mikroba antagonis àAntagonis fungi, antagonis chromis dan antagonis bakteri
Interaksi antagonis dengan tanaman:
-            Menekan pathogen melalui kompetisi sumberdaya
-            Memproduksi senyawa antibiotic untuk membunuh competitor
-            Parasitasi antagonis yang akan merusak secara langsung pathogen tanaman.

a.    Kompetisi Sumberdaya
Ø  Terjadi ketika dua mikroba membutuhkan sumberdaya yang jumlahnya terbatas
Ø  Kompetisi sumberdaya umumnya berupa persaingan mendapatkan nutrisi seperti karbon dan nitrogen.
Ø  Kompetisi lingkungan terjadi jika kondisi lingkungan terbatas.
Ø  Mikroba non patogenik dapat dijadikan competitor mikroba pathogen berkoloni
b.    Parasitisme
Ø  Beberapa mikroba menyerang secara langsung mikroba lain dan menjadikannya sebagai nutrisi
Ø  Membutuhkan kontak langsung antar mikroba à hiperparasitisme
Ø  Contoh : hubungan parasitasi Trichoderma yang menekan penyakit tanaman yang diakibatkan populasi pathogen dalam tanah
c.    Antibiosis
è Antibiotik à Senyawa organik yang diproduksi oleh mikroorganisme yang dapat mengganggu pertumbuhan dan aktivitas metabolism mikroorganisme lain.
è Antibiosis à mikroba yang mampu menghambat pertumbuhan mikroba lain  dengan antibiotic yang diproduksinya, yang mengakibatkan organisme lain akan mati karena selnya mengalami endolisis dan sel sitoplasma menjadi hancur.
è Antibiotik dapat didifusikan pada water fil atau tanah lembab sehingga tidak memerlukan kontak langsung antara antagonis dengan pathogen tumbuhan.
è Antibiotik jarang diproduksi oleh mikroba dalam tanah dan tidak mampu untuk persisten dalam waktu yang lama.


  1. Ketahanan Tanaman terhadap infeksi Mikroba
è  Tanaman memiliki mekanisme pertahanan sendiri untuk melindungi dari mikroba patogen.
è  Tanaman yang inokulasi oleh pathogen tertentu akan terangsang untuk membentuk ketahanan.
è  Sistem ketahanan tanaman ècross protection,  Systemic acquired resistance (SAR), Induced  systemic resistance (ISR) karena adanya plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR)
è  Cross protection à ketika tanaman terinfeksi atau diinokulasi oleh strain virus, tanaman akan terangsang untuk membetuk ketahanan atas semua serangan virus pathogen yang lebih virulen.
è  Systemic acquired resistance (SAR) à tanaman diinfeksi oleh pathogen tertentu akan memproduksi ketahanan terhadap pathogen lain
è  Mikroba non patogenik  à merangsang ketahanan tanaman atau induced systemic resistance. Keberadaan plant growth-promoting rhizobacteria meningkatkan laju pertumbuhan tanaman juga membentuk ketahanan tanaman. 

  1. Mikoriza
è  Jamur yang berasosiasi pada perakaran tanaman
è  Tumbuh secara eksternal pada perakaranà ektomikoriza
è  Tumbuh dalam  perakaranà endomikoriza
è  Mikoriza mengambil nutrisi dari perakaran tanaman, dan mikoriza membantu tanaman dalam penyerapan nutrisi akar.
è  Pembibitan pinus yang diinokulasi mikoriza menunjukkan ketahanan terhadap pathogen chromis  serta kapas yang menunjukkan ketahanan terhadap Verticillium dahlia.

  1. Strategi Penggunaan Antagonis untuk mengendalikan Patogen Tanaman
Metoda penggunaan antagonis tergantung pada jenis tanaman dan patogen.
è Dicyma pulvinata dan Cylindrosporium concentrium telah sukses mengendalikan penyakit daun karet yang disebabkan oleh Phyllachora huberi di amazon
è Kedua jamur tersebut adalah parasite obligat pada pathogen hidup sebagai hiperparasit
è Populasinya meningkat seiring meningkatnya populasi pathogen
è Pendekatan yang sesuai adalah inokulasi à mikroba yang dilepas berkolonisasi dan efektif menekan patogen tumbuhan.
è Antagonis yang baik adalah antagonis yang setelah diaplikasikan segera mampu tumbuh, berkembang, dan berkolonisasi.
è Sebagian besar penyakit yang menjadi target adalah patogen tular tanah  karena memberikan dampak lebih bila disbanding pathogen pada daun.
è Aplikasi pengendalian hayati terhadap patogen yang telah beradaptasi dengan baik pada tanaman sangat sulit dilakukan bila tanaman sudah tumbuh, maka dilakukan inokulasi antagonis ada biji yang akan ditanam.
è Pengendalian hayati terhadap pathogen akar à memperlakukan seluruh akar dengan antagonis sebelum ditanam agar antagonis tumbuh dan berkolonisasi di daerah perakaran.
è Phlebiopsis gigantean sukses melindungi dan mengendalikan penyakit pada pinus yang telah dipotong atau ditebang
è Jamur dan bakteri juga dikembangkan untuk melindungi buah dari pembusukan setelah panen dan selama penyimpanannya.(yeastàantagonis baik pada buah)

è Strategi pengendalian hayati pada daun sangat jarang dilakukan karena merupakan daerah pertanaman yang mendapatkan aplikasi fungsida.
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Pengendalian Pathogen Tanaman"